Press Release,
Sumbawa Barat, 15
Februari 2026 — Upaya
pelestarian penyu laut (sea turtle) berbasis masyarakat di Nusa Tenggara
Barat terus mendapat perhatian, diantaranya terbaru melalui pelaksanaan Tour
de Mawil, sebuah kegiatan perjalanan darat jarak jauh (sekitar 450 km, PP)
dengan sepeda motor yang diisi dengan edukasi lingkungan dengan tema konservasi
penyu di Pantai Mawil, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Pantai Mawil merupakan salah satu pantai peneluran penyu yang masih aktif dan alami di Sumbawa Barat. Namun, seperti banyak kawasan pesisir lainnya di Indonesia, pantai ini juga menghadapi ancaman perburuan telur penyu dan polusi sampah plastik. Melalui Tour de Mawil, para peserta diajak untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memahami pentingnya menjaga penyu dan habitatnya sebagai bagian dari ekosistem laut.
Kegiatan ini
diinisiasi oleh pegiat konservasi bersama masyarakat lokal dengan pendekatan Natural
Hatch, yaitu praktik perlindungan telur penyu dengan membiarkannya menetas
di sarang alami tanpa dipindahkan. Pendekatan ini dinilai lebih ramah ekosistem
dan menjaga keseimbangan alami pantai peneluran. Dengan kata lain efektif dan
efisien.
“Tour de Mawil
dirancang sebagai ruang belajar bersama. Kami ingin menunjukkan bahwa
konservasi penyu tidak harus eksklusif, tetapi bisa melibatkan publik secara
luas melalui pendekatan edukatif dan partisipatif,” ujar Barmawi, inisiator
Tour de Mawil.
Selain touring menuju
Pantai Mawil melewati beberapa kawasan hutan hujan tropis dengan rute jalan
berkelok-kelok, naik dan turun, rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi konsep
konservasi penyu (natural hatch), edukasi tentang siklus hidup penyu,
ancaman terhadap kelangsungan hidupnya, pengamatan Penyu Hijau bertelur dengan
panjang karapas 104 cm dan lebar 93 cm, pengambilan foto sisik di pipi kiri
(untuk pendataan), dan pelepasliaran tukik (anak penyu) sejumlah 56 ekor jenis
Penyu Hijau dan 27 ekor jenis Penyu Sisik. Peserta juga didorong untuk
menyebarluaskan pesan konservasi melalui media sosial dan jejaring komunitas
sebagai bentuk kampanye kesadaran publik dengan tagar #mawilSeaTurtleSanctuary.
Tour de Mawil juga merupakan
upaya pengembangan promosi destinasi ekowisata berkelanjutan berbasis konservasi
penyu. Dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama, kegiatan ini
diharapkan dapat membuka peluang ekonomi alternatif tanpa merusak lingkungan,
sekaligus memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap kawasan pesisir.
Ke depan, Tour de
Mawil ditargetkan menjadi agenda berkelanjutan dan terbuka bagi komunitas
motor, pesepeda, pegiat lingkungan, akademisi, hingga masyarakat umum dari
berbagai daerah di Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam aksi konservasi
penyu laut.
Tentang Tour de Mawil
Tour de Mawil adalah inisiatif touring edukatif yang menggabungkan perjalanan, edukasi lingkungan, dan aksi konservasi penyu laut berbasis masyarakat di Pantai Mawil, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

No comments:
Post a Comment